Thursday, September 12, 2013

Pilih zina di umur dini atau menikah dini


Pilih zina di umur dini atau menikah dini

Di berbagai media dan bahkan sampai ke mading sekolah, ada semacam moto "STOP PERNIKAHAN DINI". Di Sinetron juga ada yang menyindir dampak dari pernikahan dini. Terlihat sekilas iklan slogan ini memiliki banyak dampak positif, yang bertujuan untuk menjaga pertumbuhan para anak muda untuk tidak terburu-buru memasuki dunia pernikahan. Salah satu yang di kawatirkan dari pernikahan dini adalah mudahnya terjadi perceraian akibat mental yang belum labil, atau memberi ruang yang lebih lama untuk masa anak-anak untuk menikmati masanya.

Posting ini bukan berarti menentang secara penuh dari misi slogan ini, tetapi dampak dari di larangnya pernikahan dini bisa menyebabkan perkara buruk yang lebih besar di bandingkan dengan perkara cerai. Misalkan, karena yang di larang pernikahan dini bukan pacaran dini, maka resiko hamil dini sangat besar, dan jika hamil dini terjadi maka resiko aborsi juga besar kemungkinannya.

Bagaimana mungkin di saat di larang nikah, karena usia masih dini (padahal sudah mimpi basah loh.., hehehe...) tetapi syahwat sudah menggebu.. apa yang harus di lakukan..? mau menikah dini..? kan di larang...? mau coba menahan tetapi kekasih selalu nempel kayak prangko... lalu apa yang terjadi...? mau icip-icip dikit, soalnya penasaran rasanya...(gitu..!!).

Lalu slogan yang benar itu bukan "STOP PERNIKAHAN DINI" tetapi "STOP PACARAN DINI", karena pacaran dini pintu menuju berzina atau menikah dini. Tetapi kayaknya slogan "STOP PACARAN DINI", masih memiliki kendala, karena di semua tempat selalu di temukan lelaki dan wanita, termasuk di sekolah, bahkan terkadang duduk berpasangan dalam satu meja, dengan kondisi seperti ini bisa memancing ketertarikkan antar lawan jenis, dan tentu saja terjadinya pacaran dini tidak terelakkan apabila kondisi ini terus berlanjut lama.

Lalu apa solusinya kira-kira agar pernikahan dini tidak terjadi atau aborsi sebagai hasil dari pacaran dini tidak terjadi...??...
Atau mau pilih mana... menikah dini atau aborsi sebagai hasil pacaran dini...?
hamil dini

48 comments:

  1. Menikah dini atau stop pacaran dini. hem! dini lagi yang jadi masalah.
    Yang TEPAT itu, Stopp! berpikir memperumit keadaan yang sudah terjadi. Mulailah dari "DINI" untuk membenahi keluarga yang menyebabkan si"DINI" bercokol. Keluarga yang kurang DINI menghendel kemungkinan-kemungkinan siDINI, disanal awal buruk terciptaanya, mimpi basah yang keterusan..., pacaran yang diteruskan..., kehamilan yang... terusss ?? mahu dikemanakan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah kan kasihan si dini, sejak dini sudah jadi trobel maker..

      Delete
    2. padahal dini itu kata dasarnya ad diin, hehehe

      Delete
    3. dini itu nama panjangnya dini-kmati.. hehehe

      Delete
  2. Itu tergantung dari prinsip diri sendiri, bisa dikatakan hal itu terjadi karena dampak lingkungan yang menyesatkan pada pandangan kita, kita tinggal di indonesia tentu resiko ini sudah tidak dapat dihindarkan, ekonomi yang serba sulit, dengan kata lain banyak sekali manusia mengambil jalan pintas. soal pernikahan, saya sulit menjelaskan, seseorang jika menjalani pernikahan dan dengan kata akhir (cerai) banyak sekali unsur yang tidak dapat kita jangkau dengan tepat, namun yang jelas hambatan utama adalah Ekonomi. bayangkan saja untuk memasukan anak di pendidikan SMP memerlukan biaya 3juta, sedangkan hidup orang itu pas-pasan. Entahlah indonesia kapan bisa membrantas korupsi sampai tuntas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kita bersama-sama memberantas korupsi sejak dini.. saya setuju mba...

      Delete
    2. coba nanti di croscek ke mba dini ya mas...

      Delete
    3. kalau sudah bisa berantas korupsi sejak dini berarti nikahnya boleh sejak dini

      Delete
    4. asalkan sudah latihan push up sejak dini..

      Delete
  3. Saya setuju dengan pendapat diatas, pada dasarnnya KB, pelarangan nikah dini itu kan tidak sesuai dengan syariat, dalam din kita jika kita sudah mampu ya segeralah menikah dan perbanyaklah keturunan..cuma bagaimana kita merencankan keluarga dan anak itu mungkin tidak2 apa biar anak2 kita tidak keblangsak nantinya...

    Media kadang selalu kontradiktif, ya melarang nikah dini, tapi sinetronnya anak SD saja sudah belajar pacaran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah betul sekali mas muroi...
      tambahannya juga keren untuk memantabkan postingan saya...

      Delete
    2. apalagi sambil makan pentol ya mas.. hmmm..

      Delete
  4. hemm... salahkah sidini datang diundang pergi ditendang??

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah tuh... dini kayak jaelangkung...

      Delete
  5. saya setuju sekali dengan uraian diatas serta komentar dari sobat - sobat ..... stop pacaran dini ... lebih baik nikah dini saja... tapi saya ndak mau nikah lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. takut gak kuat ya mang... hehehehe....

      Delete
    2. masak sih mang yono tidak mau nikah lagi, ah masak,...ah masak

      Delete
    3. nah tuh ada yang ga percaya...

      Delete
    4. maksudnya dalam waktu dekat ini hehehe... kan cinta forever mas ... heheheh

      Delete
    5. di tunggu nih undangannya mang...

      Delete
  6. menyalahi perkara-perkara yang digariskan,seringkali menimbulkan masalah dalam banyak hal. Iklan semacam ini memang tujuannya masih sangat rancu bagi saya, dan menimbulkan efek berantai yang tidak kita sadari.
    Islam tengah mengajarkan, menikahlah jika sudah mampu dan jika tidak maka berpuasalah. Hanya ada dua pilihan yaitu menikah atau berpuasa tidak ada pilihan ketiga. Beres kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap betul sekali kang...
      klo gak mampu kedua2nya.. ya garuk" aja hahaha... (joke..

      Delete
    2. bawa senter biar tambah cerah...

      Delete
  7. Fenomena yang sebenarnya sangat miris mas, ketika mereka mengkampanyekan STOP PERNIKAHAN DINI, tapi mereka mengkapanyekan FREE SEX, salah satu kampanye terbuka FREE SEX adalah ada pada iklan iklan alat kontrasepsi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah tuh.. lalu sebenarnya maunya apa sih.... yang halal di larang... yang haram di anjurkan...

      Delete
  8. Hanya bisa menyimak..,belum bisa berkontar tentang hal ini. Maklum usia belum cukup.

    ReplyDelete
  9. Stop pacaran dini yang benar.
    Kalau pernikahan, silahkan saja. Katanya rasanya enak kok hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. katanya atau memang sudah pengalaman nih.. hahaha...

      Delete
  10. stop nikah dini karena dikuatirkan pernikahannya menjadi masalah dikemudian hari & stop pacaran dini yang ini jelas-jelas memang hukumnya haram seharam-haramnya,sedangkan ironi tayangan kehidupan yang ada jadi guru terdahsyat saat ini, ya semoga nilai-nilai keimanan siapapun tetap terjaga untuk terhindari seperti contoh-contoh yang telah ada.
    keren idenya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekeren orangnya ya mas.. hehehe *(narsis nih..

      Delete
  11. saya mau ngomong apa ya, soalnya saya berpacaran mas. sudah masuk zina, atau paling tidak takrobus zina, mendekati zina yang dosanya juga besar. kalau di pikir-pikir sebenarnya nikah dini itu juga tidak menjadi masalah, mau sekolah juga masih bisa, mau kerja juga bisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mas agus...
      saya juga dulu pacaran koq.. tapi gak pake lama.. langsung di iket pake ikatan yang syah...

      Memang banyak orang yang takut nikah dini karena blum ada penghasilan yg tetap, akhirnya menunda nikah tapi mempercepat zina... ckckck.. padahal nikah aja, percaya deh pasti ada rezeki setelahnya... jika rezeki tidak kunjung datang setelah nikah, maka cerailah... beneran nih...sweer..!!!

      Delete
    2. anak saya malah sering pakek pacar air dikukunya mas

      Delete
    3. wah hebat pacarnya ada di kuku...

      Delete
  12. enakan nikah dini. Sudah nikmat - nggak kena laknat hehehe

    ReplyDelete
  13. pilihan yang sulit dan susah...
    jawaban bisa benar, tetapi susah untuk dijalankan.
    misalnya saja, sudah tau itu tidak baik, tetapi masih saja di lakukan...
    berarti menurut saya, permaslahan utama adalh akhlak dan pendidikan sejak dini.

    hehehe,,, pendapat lho,,, maap aja kalo jawaban masih kurang pas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas banget jawabannya...
      yang benar pendidikan ahlak dari sejak dini, mulai dr lingkungan kluarga, sampai lingkungan masyarakat....

      Delete
  14. milih kayak saya, menikah usia 25 ahun. heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo kang zaf kan pas lahir langsung berumur 25 tahun hehehe..

      Delete